PASANG STIKER DI MOBIL BISA DITILANG?


Pasang Stiker di Mobil Bisa Ditilang?

Sebagai pecinta otomotif, rasanya ada yang kurang kalau punya mobil yang standar-standar saja. Pasti ingin sekali melakukan modifikasi di bagian-bagian tertentu, misalnya knalpot, soundsystem, atau penampilan luar si mobil kesayangan. Salah satunya dengan mengecat ulang atau memasangkan stiker untuk mempercantik penampilan mobil. Stiker memang relatif lebih murah dan juga desain nya tetap bisa beragam. Tetapi, dalam memasangkan stiker ini ada batasan-batasan nya. Supaya tidak melanggar hukum, stiker tidak boleh menutupi atau mendominasi warna asli mobil yang tertera pada STNK. Dilansir dari hukumonline.com “Merupakan pelanggaran hukum jika mobil tersebut tidak diregistrasi dan diidentifikasi ulang. Hal ini karena warna dasar fisik mobil dengan keterangan warna kendaraan bermotor pada STNK tidak boleh beda,". Jika hal ini tidak dipatuhi, ketika ada pemeriksaan, polisi akan menganggap STNK tidak valid dan bisa terkena hukuman berupa denda sebesar Rp500.000 atau kurungan selama 2 bulan. Selain itu dalam Pasal 156 dan Pasal 157 KUHP juga disebutkan bahwa tidak boleh menyiarkan tulisan atau lukisan yang berbau SARA dan mempertunjukkan pernyataan kebencian atas dasar apapun.

Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur kena tilang? Pengendara yang kena tilang harus mengikuti peraturan dan prosedur yang berlaku, yaitu dengan menitipkan uang denda maksimal ke Bank yang ditunjuk, atau membayarkan denda pada saat sidang. Apabila Anda lebih memilih menitipkan uang denda ke Bank, titipkanlah uang denda maksimal beserta surat tilangnya. Jika uang yang Anda berikan ternyata ada lebih, nantinya sisanya bisa diambil paling lambat 14 hari kerja setelah keputusan diterima. Ingatlah untuk menjadi warga negara yang taat dengan tidak berupaya berdamai dengan memberikan sejumlah uang kepada Polisi, karena jika ketahuan keduanya akan mendapatkan sanksi penyuapan.

 

 

Referensi:

otomotif.liputan6.com

Pinterest.com