MEMPERINGATI HARI AIDS SEDUNIA DENGAN “SAYA BERANI, SAYA SEHAT!”


Memperingati Hari AIDS Sedunia dengan “Saya Berani, Saya Sehat!”

Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Di tahun 2017 kali ini tema nasional Hari AIDS Sedunia mengusung “Saya Berani, Saya Sehat!”. Tema kali ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap AIDS dengan cara untuk melakukan tes HIV dan melakukan pengobatan ARV jika terdiagnosa sedini mungkin.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya bisa hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Penyakit HIV memang menjadi penyakit yang dianggap menyeramkan oleh masyarat sehingga muncul mitos-mitos yang tidak benar mengenai penyakit HIV/AIDS. Lalu apa saja kah mitos-mitos tesebut? Berikut mitos dan fakta yang sebenarnya menurut HalloSehat.com.

1. MITOS: HIV sama dengan AIDS
 

FAKTA: HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV adalah nama virus pembawa penyakit defisiensi imun (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS adalah diagnosis lanjutan setelah virus HIV berhasil menyerang dan melemahkan sistem imun seseorang, sehingga orang tersebut bisa mengembangkan (atau berada dalam risiko yang sangat tinggi terhadap) penyakit sistem imun tertentu. Tidak semua orang positif HIV juga terjangkit AIDS. Pengobatan HIV yang tepat guna bisa memperlambat atau menghentikan progres HIV, hingga pada akhirnya akan mencegah orang tersebut mengembangkan AIDS.
 

2. MITOS: HIV/AIDS adalah masalah bagi kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja
 

FAKTA: Hubungan seks antar sesama jenis tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik narkoba memang menjadi faktor umum penyebab HIV, namun seks penetratif penis ke vagina adalah salah satu cara umum lainnya dari penularan HIV dengan laporan angka kasus yang cukup substansial. Dalam kasus langka, seks oral juga tergolong sebagai faktor risiko penularan infeksi, walaupun begitu, seks anal tetap memiliki risiko tertinggi infeksi HIV di antara metode aktivitas seksual lainnya.
 

3. MITOS: Saya bisa terjangkit HIV jika tinggal bersama atau bergaul dengan ODHA

FAKTA: Beragam penelitian membuktikan bahwa HIV tidak disebarkan melalui sentuhan, air mata, keringat, atau pertukaran saliva. Anda tidak akan tertular HIV saat:

 

  • Berada di satu ruangan dan menghirup udara yang sama dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)

 

  • Menyentuh barang-barang yang telah disentuh oleh ODHA

  • Meminum dari gelas yang telah digunakan oleh ODHA

  • Memeluk, mencium, atau berjabat tangan dengan ODHA

  • Berbagi peralatan makan dengan ODHA

  • Menggunakan peralatan gym bersama-sama dengan ODHA

     

Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV secara dini maka hal ini dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV sehingga Indonesia dapat mencapai “3 Zero” yaitu:

(1) tidak ada infeksi baru HIV,

(2) tidak ada kematian akibat AIDS dan

(3) tidak ada stigma dan Diskriminasi untukmencapai Eliminasi HIV pada 2030.

 

Referensi

hellosehat.com

dinkes.cirebonkab.go.id