MENGAPA SETIAP KENDARAAN MEMERLUKAN PLAT NOMOR?


Mengapa Setiap Kendaraan Memerlukan Plat Nomor?

Plat nomor atau nomor polisi merupakan identitas bagi setiap kendaraan. Bagi yang tidak tahu, mungkin nomor-nomor yang tertera di plat kendaraan hanyalah sekedar nomor acak. Tapi ketahuilah bahwa ada kode tersembunyi dibaliknya.

Kode tersembunyi tersebut ternyata menunjukan daerah kendaraan masing-masing. Bahkan ada kode khusus yang digunakan oleh menteri-menteri dan korps diplomatik. Tidak hanya kode, ternyata warna pada plat nomor kendaraan juga berbeda. Setiap warna tersebut juga menunjukan jenis dari kendaraan tersebut.

Angka nomor kendaraan ini diberikan sesuai nomor urut pendaftaran di Kantor Bersama Samsat (Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap). Huruf yang berada di awal nomor kendaraan menunjukan wilayah masing-masing pembuatan nomor kendaraan tersebut. Misalnya B untuk wilayah DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor (untuk wilayah DKI Jakarta): 
1 - 2999, 8000 - 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang. 

3000 - 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.

7000 - 7999, dialokasikan untuk bus.

9000 - 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.

 

Untuk 2-3 huruf di belakang, huruf pertama mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar. Misalnya, huruf U untuk Kendaraan yang terdaftar di Jakarta Pusat. Huruf kedua, mewakili kategori kendaraan. Misalnya, A untuk Sedan. Dan huruf ketiga, adalah huruf acak yang diberikan untuk pembeda antar kendaraan lain.

Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan. Untuk nomor kendaraan yang dipakai Presiden memiliki plat nomor RI 1.

Mobil milik korps diplomatik (Kedutaan besar maupun organisasi internasional) memiliki kode khusus, yakni CD (singkatan dari Corps Diplomatique) atau CC (singkatan dari Corps Consulaire), diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Kendaraan dengan nomor polisi ini secara sah sudah berada di luar teritori (extrateritorial) hukum dan regulasi Republik Indonesia.

Undang-undang juga mengatur bahwa setiap kendaraan wajib memasang nomor polisi di kendaraannya masing, yang tercantum di Undang-undang Nomor 22 tahun 2009. Polisi juga dengan tegas menyatakan bahwa syarat kendaraan dapat melaju di jalanan, salah satunya dengan memasang plat nomor.

Kelalaian memasang plat nomor ini mengakibatkan kita kena denda yang sudah diatur di pasal 280 Undang-undang Nomor 29 tahun 2009 yang berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)”

 

Reference

news.detik.com

kabaroto.com

 

Picture Courtesy

metro.tempo.co