SUKA CITA HARI RAYA WAISAK DI INDONESIA


Suka Cita Hari Raya Waisak di Indonesia

Waisak atau dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Waisak merupakan hari suci agama Buddha yang tahun ini jatuh pada tanggal 29 Mei.

Hari suci ini dirayakan pada bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu :

  1. Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.,

  2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddhadi Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.

  3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.

 

Tiga peristiwa ini dinamakan "Trisuci Waisak". Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists - WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.

Di Indonesia sendiri, hari Waisak diperingati dengan tradisi turum temurun yang ternyata dirayakan bukan hanya oleh agama Buddha melainkan juga masyarakat luas. Meski penganut agama Buddha di negara Indonesia hanya 0,7% (Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk 2010), tetapi kebersamaan dan suka cita Waisak tetap bisa dirasakan oleh semua kalangan.

Tiga pokok rangkaian Waisak yang rutin dilakukan di Indonesia yaitu prosesi pengambilan air berkat dari sumber air di Jumprit, Temanggung dan api abadi di Mrapen, Grobogan. Kemudian prosesi Pindapatta, atau membagikan makan kepada biksu oleh masyarakat di Candi Mendut. Terakhir adalah prosesi samadhi, atau berdiam diri menjelang puncak bulan purnama di Candi Borobudur.

Di hari peringatan Waisak tersebut khususnya di Borobudur, akan ada banyak sekali wisatawan domestik bahkan asing yang ikut merasakan suka cita hari Waisak. Selain tradisi di atas, menerbangkan lampion juga menjadi ciri khas Waisak bagi masyarakat Indonesia. Di akhir ritual, umat Buddha akan melepas lampion ke udara. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar semua harapan tercapai. Mereka akan menuliskan harapan-harapan yang ingin diraih di atas lampion. Kemudian lampion-lampion tersebut akan diterbangkan bersama-sama ke atas langit.

Pengunjung yang datang ke Candi Borobudur pun juga bisa ikut melepaskan lampion ke udara. Namun ingat, kita tetap harus menghormati prosesi ini dengan ikut khidmat dalam serangkaian pelepasan lampion. Karena prosesi ini merupakan prosesi keagamaan, sebaiknya kita juga memperhatikan busana yang dikenakan seperti mengenakan pakaian yang sopan.

Nah itu dia, tradisi yang dilakukan saat hari Waisak. Selamat hari Waisak ya, Sahabat ROL!

 

Reference

avoskinbeauty.com

id.wikipedia.org