MARAKNYA KASUS KORUPSI DI INDONESIA, BAGAIMANA DENGAN RAKSA?


Maraknya Kasus Korupsi di Indonesia, Bagaimana dengan Raksa?

Kini kasus korupsi semakin marak di Indonesia. Donal Fariz, Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan bahwa kasus korupsi yang semakin marak ini dinilai sebagai bukti tumbuhnya budaya permisif dalam korupsi di lembaga negara. Beliau mengatakan bahwa korupsi terjadi akibat tidak ada mekanisme kontrol di internal.

 

Baru-baru ini, kasus korupsi massal yang melibatkan puluhan anggota DPRD kota Malang marak diberitakan media. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sebanyak 41 orang anggota DPRD Kota Malang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 22 orang diantaranya merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait persetujuan RAPBD-P Malang tahun 2015. Kasus seperti ini bukan kali pertama, sebelumnya terdapat pula kasus korupsi massal di beberapa kota di Indonesia. Kasus seperti ini seharusnya menjadi tamparan bagi pemerintah daerah maupun pusat. Menurut Donal, evaluasi secara mendasar dan besar-besaran harus dimulai pada level partai politik.

 

Sehubungan dengan korupsi, PT. Asuransi Raksa Pratikara menjunjung tinggi budaya anti KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Budaya yang diterapkan PT. Asuransi Raksa Pratikara merupakan salah satu kontribusi dalam membantu memerangi praktik korupsi di Indonesia. Dimulai dari lingkup kerja, karyawan dilatih untuk selalu jujur dalam bekerja. Sesuai dengan semboyan “Sogok : No, Service : Yes”, seluruh karyawan PT. Asuransi Raksa berkomitmen untuk tidak menerima uang ataupun barang dari nasabah maupun klien. Meskipun banyak celah untuk memperoleh uang, seluruh karyawan PT. Asuransi Raksa secara konsisten menjunjung budaya tersebut dan akan menindak tegas kepada pelaku praktik KKN. Dengan adanya budaya anti KKN ini, seluruh jajaran PT. Asuransi Raksa Pratikara akan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan kelas atau golongan kepada seluruh nasabah.

 

Sebagai contoh, dalam meningkatkan pelayanan dan keamanan nasabah, PT. Asuransi Raksa menyediakan fasilitas Derek 24 jam. Fasilitas ini disediakan guna membantu nasabah yang mengalami kerusakan mesin atau kecelakaan saat dalam perjalanan. Nasabah tidak perlu khawatir tentang adanya pungutan liar dari para petugas derek PT. Asuransi Raksa. Selain itu, dalam perekrutan karyawan PT. Asuransi Raksa tidak memperbolehkan anggota keluarga kandung bekerja dalam satu perusahaan. Inilah wujud nyata komitmen PT. Asuransi Raksa dalam memberantas praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

 

Selama ini, PT. Asuransi Raksa telah secara konsisten menindak tegas karyawan yang berani dan terbukti melakukan tindakan KKN. Melalui penyelidikan yang dilakukan oleh bagian Internal Audit, karyawan yang terbukti menerima suap atau tips dalam bentuk uang maupun barang akan diberhentikan kerja saat itu juga. Oleh karena itu, jangan khawatir asuransikan kendaraan Anda di raksaonline.com. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar asuransi di Raksa Online, kami senang membantu Anda melalui Whatsapp 0857 76 600 600.


RaksaOnline

Anytime Anywhere With Our Smile

 

References:

cnnindonesia.com

nasional.kompas.com