MENGAPA SERING TERJADI GEMPA DI INDONESIA?


Mengapa sering terjadi gempa di Indonesia?

Beberapa bulan ini, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di Indonesia. Gempa bumi terjadi mulai dari yang berkekuatan rendah hingga tinggi, bahkan sampai menimbulkan tsunami. Sebelumnya, gempa terjadi di Lombok menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa. Tak lama berselang, gempa berkekuatan 7.7 SR hingga tsunami terjadi di Donggala, Palu dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Lebih dari 2000 korban jiwa meninggal akibat tsunami tersebut. Beberapa hari lalu gempa bumi terjadi kembali di pulau Jawa yaitu daerah Situbondo, Jawa Timur.

 

Berdasarkan info bnpb.go.id, gempa bumi merupakan getaran atau guncaran yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh pertemuan antar lempeng bumi yang bertumbukan, patahan aktif, aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan. Lalu, mengapa daerah di Indonesia sering terjadi gempa?

 

1. Letak Geografis

Dilihat dari letak geografis, Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia akan bertemu di lepas pantai Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara. Sementara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Pasific akan bertemu di utara Irian dan Maluku Utara. Apabila di lokasi pertemuan lempeng tersebut terjadi tabrakan dengan akumulasi tumpukan energi yang tak sanggup ditahan lapisan bumi maka energi tersebut akan dilepas dalam bentuk gempa bumi.

 

2. Pergerakan Lempeng

Salah satu penyebab terjadinya gempa adalah pergerakan lempeng bumi. Besar kecilnya gempa bergantung pada besar tekanan yang terjadi karena pergerakan lempeng ini. Teori dari lempeng tektonik menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Lapisan ini bergerak perlahan sehingga terpecah dan bertabrakan satu dengan lainnya. Hal ini yang menjadi penyebab terjadinya gempa tektonik.

 

3. Cincin Api Pasifik

Indonesia berada pada cincin api pasifik yang merupakan daerah yang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan api pasifik. Indonesia terletak di atas jalur magma dan memiliki 127 gunung berapi aktif. Dengan jumlah tersebut, aktivitas vulkanik berpotensi menimbulkan gempa akan semakin banyak dan memicu meletusnya gunung berapi secara bersamaan. Indonesia berada di zona merah berdasarkan global seismic hazard atau bahaya seismik global. Zona ini merepresentasikan potensi guncangan gempa yang direpresentasikan dengan nilai percepatan gravitasi (G).

 

Nah, itu lah beberapa alasan mengapa sering terjadi gempa di Indonesia. Mengingat besarnya potensi dan risiko gempa di Indonesia, bukankah langkah untuk antisipasi perlu dilakukan? Lalu apa saja? Nantikan penjelasannya di artikel berikutnya.

 

Reference :

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Picture Courtesy :

tribunnews.com