SOGOK=NO, SERVICE=YES


Sogok=No, Service=Yes

Hari Anti Korupsi di selenggarakan per tanggal 9 desember 2018. Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kedudukan dan jabatan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Korupsi muncul dalam berbagai sisi sosial, ekonomi, politik, hukum, serta sudah pasti berdampak pada negara.

Korupsi menunjukan tantangan terhadap pembangunan. Dalam politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik, menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Ketertiban hukum pun tidak berjalan semestinya. Korupsi mencipkatan sistem tumpul diatas dan tajam dibawah.

Hari Anti Korupsi dimulai setelah konvensi PBB melawan korupsi 31 Oktober dan ditetapkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan korupsi dan dampaknya terhadap sistem dan negara.

Sistem demokrasi, hukum, akuntansi harus bisa mencegah semua pihak melakukan korupsi. Adanya etika dan budaya dalam sistem diharapkan dapat semakin menghargai kesederhanaan, moralitas dan keadilan sosial yang didukung dengan pemimpin yang diteladani.

Sogok=No, Service=Yes” salah satu bentuk dari budaya anti korupsi yang ada di Raksa. Raksa sangat menjunjung tinggi anti korupsi sehingga banyak budaya anti korupsi yang lahir, seperti Anti KKN dan meritokrasi.