CARA MENGATUR ANGGARAN PRIBADI


Cara Mengatur Anggaran Pribadi

Sudahkah Anda mengatur anggaran pribadi di tahun 2019? Penghasilan sebanyak apapun diwajibkan untuk mengatur anggaran pribadi loh. Hal ini dilakukan agar finansial dapat efektif dan efisien. Ada beberapa pilihan untuk mengalokasikan keuangan Anda. Investasi, konsumsi sehari-hari, tabungan, dan lainnya. Raksa Online memiliki tips untuk mengatur keuangan pribadi agar Anda dapat hidup lebih baik di masa mendatang. Baca yuk!


1. Konsumsi bulanan

Tentu ada kebutuhan penting yang harus dipenuhi secara rutin seperti keperluan dapur, keperluan mandi, listrik dan PLN , dan lain sebagainya. Setidaknya 50% dari pendapatan bulanan disisihkan untuk konsumsi bulanan.


2. Asuransi

Asuransi memberi perlindungan dan menjamin kehidupan Anda dan aset Anda. Polis asuransi yang Anda bayarkan ke perusahaan asuransi akan bermanfaat bagi kehidupan Anda dan aset Anda. Bila peristiwa buruk terjadi, Anda dan keluarga tidak perlu lagi pusing memikirkan peristiwa buruk yang mungkin menimpa. Sisihkan minimal 5% dari pendapatan untuk premi asuransi.


3. Menyisihkan untuk anggaran tabungan dan investasi

Tabungan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki dan dipersiapkan bagi semua orang tanpa terkecuali. Tabungan dapat digunakan untuk membayar keperluan tak terduga, seperti sakit, musibah, dan lain-lain. Sisihkan minimal 10% untuk tabungan dari total pendapatan Anda.

Anda dapat menikmati kesuksesan finansial ketika memiliki investasi. Oleh karena itu, alokasikan 12,5% pendapatan anda untuk investasi di berbagai sektor. Jika Anda tertarik pada properti, bursa efek, atau lainnya, Anda dapat alokasikan dana investasi ke sana. Dana investasi juga dapat digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak atau untuk mempersiapkan dana pensiun Anda di masa depan.


4. Anggaran tidak terduga

Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi. Jangan sampai pengeluaran yang tidak terduga seperti membeli kado pernikahan untuk keluarga atau teman, membeli obat, syukuran dan lain sebagainya membuat rencana keuangan Anda berantakan. Oleh sebab itu, Anda wajib menyisihkan 10% dari pendapatan Anda untuk keadaan darurat ini. Namun, jika dalam sebulan Anda tidak mengalami hal-hal tak terduga atau harus membayar keperluan tersebut, sebaiknya dana darurat ini Anda simpan di tabungan untuk persiapan di kemudian hari.