MENUJU AKHIR MUSIM KEMARAU, KEBAKARAN HUTAN MASIH TERJADI DI MANA-MANA


Menuju Akhir Musim Kemarau, Kebakaran Hutan Masih Terjadi di Mana-mana

Kebakaran hutan yang tengah menimpa Sumatera dan Kalimantan, saat ini sedang menjadi isu yang banyak diberitakan dan dibahas di mana-mana, meskipun kejadian ini bukan menjadi yang pertama kali terjadi di Indonesia.  Kejadian yang biasanya terjadi pada musim kemarau ini, terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam waktu yang bedekatan. Peristiwa kebakaran hutan ini, sedikit banyak berdampak pada aktivitas sehari-hari, tidak hanya aktivitas di darat, melainkan juga berdampak pada aktivitas di laut dan udara, yang di salah satunya merupakan aktivitas transportasi. 


Pemerintah kedua wilayah di atas telah menyatakan bahwa kondisi udara di kedua wilayah di atas berada pada indikator buruk. Kondisi udara yang buruk tersebut tetap berada pada level yang sama dikarenakan hingga saat ini masih ada puluhan hingga ratusan titik api yang masih aktif. Hal ini diperparah lagi karena saat ini kita masih ada di musim kemarau, yang hal tersebut mengakibatkan persebaran titik api akan semakin cepat. Dari sekian banyak wilayah yang terdampak kebakaran hutan, wilayah Kalimantan Barat dan Riau menjadi top two wilayah paling berdampak kebakaran hutan. Titik api di kedua wilayah tersebut berada pada angka 782 dan 85 titik api.


Kabut asap menyelimuti di mana-mana, jalan, perumahan, dan tempat umum lainnya. Hal tersebut mengakibatkan beberapa hal, mulai dari terbatasnya jarak pandang, hingga gangguan pernapasan yang setiap saat mengancam dan mengawasi setiap warga terdampak. Bahkan, kabar yang terbaru menyebutkan bahwa kabut asap mulai memasuki wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Selain dua hal di atas, kebakaran hutan juga berdampak pada transportasi, baik itu darat, air, dan udara.


Khususnya pada transportasi, kebakaran hutan yang menghasilkan kabut asap akan membahayakan pengendara atau pengemudi kendaraan tertentu. Semakin menyempitnya jarak pandang yang bisa dijangkau oleh pengemudi, maka akan memperbesar resiko terjadinya kecelakaan. Menurut Kementerian Perhubungan, kecelakaan yang diakibatkan oleh terbatasnya jarak pandang, bukan hanya berupa tabrakan antarkendaraan, tetapi juga dapat terjadi karena out of control atas kemudi kendaraan tersebut.


Selalu update kondisi terkini tentang kabut asap bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak, menjadi hal wajib yang harus dilakukan, terutama bagi mereka yang akan berkendara keluar rumah. Jika kondisi udara dan jarak pandang masih terbatas, ada baiknya untuk lebih berhati-hati saat berkendara, selalu perhatikan kondisi sekitar, nyalakan lampu kendaraan agar kendaraan yang datang dari lawan arah dapat melihat kendaraan kita, gunakan selalu masker untuk melindungi pernapasan, dan tidak lupa untuk melindungi kendaraan kita dengan asuransi mobil yang terpecaya. Lindungi mobilmu dengan asuransi mobil dari RaksaOnline, karena berkendara aman merupakan kewajiban, dan berkendara nyaman merupakan hak kita semua, dan RaksaOnline siap menjamin keamanan dan kenyamananmu dalam berkendara. Beli asuransi mobil? Ya, di RaksaOnline aja.