SANSKI-SANKSI UNTUK PENGENDARA MOBIL YANG MELANGGAR PSBB


Sanski-sanksi untuk Pengendara Mobil yang Melanggar PSBB

Sanski-sanksi untuk Pengendara Mobil yang Melanggar PSBB

 

 

Hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda kapan PSBB akan dihentikan. Justru, hal yang diinfokan bahwa waktu pemberlakuan PSBB yang terus diperpanjang dan diperluas di daerah lain di Indonesia. Hal ini mengingat persebaran Covid-19 yang masih terus terjadi dan belum menunjukkan adanya penurunan. Seperti yang telah diketahui sebelumnya pula bahwa yang dikenai aturan PSBB ini mencakup beberapa hal, yang salah satu di antaranya pengendara (baik itu pengendara motor atau mobil pribadi).

 

Ketika awal pemberlakuan PSBB, pengendara yang tidak mematuhi atau melanggar protokol berkendara akan dihentikan oleh petugas lalu lintas. Akan tetapi, karena masih sering ditemui pengendara yang tak acuh dengan protokol tersebut, maka diberlakukan sanksi bagi pelanggarnya. Berikut merupakan sanksi yang diterapkan selama PSBB bagi pengendara mobil di beberapa daerah di Indonesia.

 

Jakarta

Tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020, maka sudah sah pengendara mobil yang melanggar protokol PSBB akan ditindak oleh petugas yang berwenang. Tepatnya pada Pasal 13 Ayat 1, dengan indikator melanggar kapasitas maksimal 50% penumpang dalam satu mobil dan/atau tidak menggunkan makser selama berkendara. Jika terbukti melanggar, maka pengendara akan dikenakan tiga macam sanksi. Pertama, pengendara akan dikenai sanksi administratif berupa denda antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Selain itu, pengendara juga akan dikenai sanksi untuk melakukan kerja sosial membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan atribut rompi khusus. Ketiga, kendaraan yang digunakan akan diderek oleh petugas ke tempat-tempat yang telah ditunjuk oleh Pemerintah DKI Jakarta. Adapun lokasi yang ditetapkan sebagai tempat penampungan mobil yang diderek, yaitu di kantor kelurahan atau kecamatan setempat, dalam waktu 1x24 jam. Selain di kelurahan dan kecamatan, tempat penampungan mobil tersebut juga terdapat di fasilitas milik Dinas Perhubungan. Bedanya, jika mobil dibawa ke fasilitas milik Dinas Perhubungan, maka ada biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp500.000 per harinya.

 

Bogor, Depok, dan Bekasi

Wilayah penyokong Ibukota, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi juga memberlakukan hal yang serupa. Ada sanksi yang harus diterima bagi setiap pengendara mobil yang melanggar protokol PSBB. Ketentuan yang diberlakukan juga sama seperti di DKI Jakarta, yaitu pengendara mobil yang melanggar batas maksimal 50% jumlah penumpang dalam satu kendaraan, dan tidak menggunakan masker selama berkendara. Sanksi yang diterapkan juga hampir sama dengan yang diterapkan di Jakarta, mulai dari denda antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000, membersihkan fasilitas umum, hingga mobil “diamankan” di tempat-tempat yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Jawa Barat, seperti kantor kelurahan dan kecamatan. Bedanya dengan Jakarta, masa penahanan mobil tidak 1x24 jam, melainkan 3x24 jam. Pemerintah Jawa Barat juga telah menentukan pihak mana saja yang dapat menindak pelanggar, yaitu di antaranya Satpol PP dengan didampingi Dishub dan TNI/Polri.

 

Surabaya

Per tanggal 1 Mei 2020, Surabaya juga telah menerapkan sanksi bagi pengendara yang melanggar protokol PSBB. Sanksi yang diterapkan berupa administratif, mulai dari teguran hingga sanksi yang berdasar pada peraturan perundang-undangan. Selain di Surabaya, aturan serupa juga diberlakukan di beberapa wilayah di Jawa Timur lainnya, yaitu Sidoarjo dan Gresik.

 

Makassar

Pemberlakuan sanksi bagi pengendara yang melanggar PSBB juga tidak hanya berlaku di pulau Jawa. Makassar menjadi salah satu contohnya. Sanksi yang diterapkan oleh Pemerintah Makassar berupa penuruan secara paksa bagi pengendara dan kendaraan yang tidak mengikuti protokol berkendara selama PSBB. Sanksi ini telah tertuang dalam Peraturan Walikota Makassar Nomor 22 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB.

 

Beberapa contoh wilayah di atas yang telah menerapkan sanksi bagi pengendara yang melanggar PSBB, menjadi acuan bagi setiap pengendara untuk tetap tertib dan mengikuti protokol PSBB. Pemberlakuan sanksi yang diterapkan Pemerintah bukan tanpa alasan. Salah satu alasan terpentingnya, yaitu agar penyebaran Covid-19 tidak semakin bertambah setiap harinya, dan cepat berlalu serta berakhir pandemi ini. Sebagai pengendara yang bijak, sudah seharusnya untuk mengikuti aturan tersebut, serta tidak lupa untuk menambahkan perlindungan mobilmu dengan asuransi mobil terbaik. RaksaOnline menjadi pilihan asuransi mobil yang tepat untukmu. Beli asuransi mobil? Ya, di raksaonline.com aja.