BERALIH MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UMUM SETELAH DIBERLAKUKANYA KEMBALI SISTEM GANJIL GENAP


Beralih Menggunakan Transportasi Umum Setelah Diberlakukanya Kembali Sistem Ganjil Genap

Sejak masa pemberlakuan masa transisi PSBB hingga kini, pertumbuhan penggunaan kendaraan pribadi seperti mobil, semakin meningkat. Di daerah atau wilayah yang selama PSBB tidak ramai dan padat dengan kendaraan. Kini, sudah padat dan macet kembali, bahkan kepadatannya telah melebihi yang ada sebelum pandemi ini ada. Sebut saja kepadatan di Senayan, yang sebelum pandemi ini berada pada angka 127.000 kendaraan per harinya, kini bertambah menjadi 145.000 kendaraan yang melintas di kawasan itu per harinya.

 

Bedasarkan salah satu contoh peningkatan jumlah kendaraan tersebut, maka pemerintah DKI Jakarta menerapkan kembali sistem ganjil genap yang selama beberapa bulan ini dihentikan. Jika sudah seperti ini, maka yang akan berdampak salah satunya, yaitu penggunaan transportasi umum. Prediksi peningkatan jumlah pengguna transportasi umum ini mencuat karena pengendara yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi, beralih ke mode transportasi umum. Jika kamu merupakan pengendara pribadi yang sekarang mulai beralih ke transportasi umum, maka ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.  

 

1.     Kondisi tubuh prima

Kesehatan menjadi salah satu hal yang sangat diperhitungkan saat kamu akan menggunakan transportasi umum. Bahkan sebelum kamu menaiki transportasi umum tersebut, kamu akan terlebih dahulu diberhentikan oleh petugas yang berada di depan pintu masuk halte atau stasiun untuk dilakukan pengukuran suhu tubuh. Jika suhu tubuhmu tinggi, maka kamu tidak diperkenankan untuk menaiki transportasi umum. Oleh karena itu, bagi kamu yang baru kali ini memanfaatkan kembali transpotasi umum, maka sebaiknya kamu perhatikan suhu tubuhmu terlebih dahulu.  

 

2.     Jangan lupa pakai masker

Masker sudah menjadi atribut penting dan wajib yang harus kamu gunakan ke mana pun kamu pergi. Bahkan kini, jika kamu tidak menggunakan masker ketika berada di tempat umum, maka akan ada sanksi yang kamu terima. Sanksi tersebut mulai dari denda secara administratif hingga kerja sosial. Terlebih jika kamu akan menggunakan transportasi umum, kamu tidak akan diizinkan untuk menaiki transportasi umum. Bahkan, jika kamu bandel mencopot masker saat berada di dalam transportasi umum, maka siap-siap kamu akan ditegur oleh petugas keamanan yang bertugas.

 

3.     Jaga jarak antarpenumpang

Kini berjarak menjadi cara untuk menunjukan kepedulian. Begitu pula dalam transportasi umum, masih diterapkannya pembatasan penumpang dalam setiap perjalanan menjadikan transportasi umum tidak sepadat sebelum pandemi. Tidak ada lagi desak-desakan penumpang, tapi kamu tetap harus memperhatikan jarak antarpenumpang ya. Di setiap armada telah diberi tanda untuk menginformasikan penumpang posisi duduk dan berdiri agar sesuai dengan protokol.

 

4.     Jangan sentuh wajah dan kurangi menyentuh bagian dalam transportasi umum

Wajah menjadi bagian tubuh yang rentan dengan kebersihan, dan menyetuh wajah sudah menjadi kebiasaan manusia. Kini, kebiasaan itu harus dibatasi bahkan dicegah. Wajah menjadi bagian tubuh yang rentan untuk terpapar, dan salah satu yang paling memungkinkan paparan tersebut, yaitu melalui sentuhan tangan. Sulit rasanya untuk mengehentikan sebuah kebiasaan, termasuk kebiasaan ini. Kuncinya, yaitu kita harus sadar untuk tidak menyentuh wajah.

 

Selain itu, menyentuh berbagai hal dengan tangan juga menjadi kebiasaan manusia, termasuk bagian transportasi umum, mulai dari handle yang diandalkan saat posisi berdiri, pegangan dan sandaran kursi penumpang, sekitaran jendela, dan lainnya. Padahal kita tidak tahu tingkat kebersihannya, dan telah dipegang atau disentuh oleh siapa saja. Yang kamu bisa lakuka, yaitu mengurangi kebisaan menyentuh tersebut jika tidak dalam keadaan mendesak. Apabila terpaksa jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan tangan.

 

Empat hal di atas dapat kamu jadikan acuan saat memutuskan untuk beralih kembali ke transportasi umum, setelah beberapa waktu ke belakang memilih mengendarai kendaraan pribadi. Pun bagi kamu yang masih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, tetap ikuti protokol kesehatan dan jaga kebersihan. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan perlindungan pada mobilmu, dengan cara menambahkan asuransi mobil terbaik. Dengan adanya perlindungan asuransi kendaraan, maka akan membuatmu nyaman dalam berkendara. Bagi kamu yang berdomisili di Jakarta, kamu dapat memilih RaksaOnline sebagai asuransi mobil pilihanmu. RaksaOnline bukan tidak hanya tersedia sebagai asuransi mobil Jakarta, tapi juga menjangkau banyak wilayah di Indonesia. Jadi, butuh perlindungan asuransi mobil? Ya, di raksaonline.com aja.