THIRD PARTY LIABILLITY, CARAKU MELINDUNGIKU DAN MELINDUNGIMU


Third Party Liabillity, Caraku Melindungiku dan Melindungimu

Jika ditanya, tidak ada satu orang pun yang ingin mengalami halangan selama berkendara, mulai dari gangguan teknis hingga kecelakaan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa diprediksi kapan terjadinya dan siapa yang tertimpa. Untuk menghadapi situasi tersebut, tentu perlu ada upaya pencegahan atau preventif agar berbagai risiko yang bisa saja terjadi, dapat teratasi dengan baik. Terlebih lagi jika hal tersebut bukan hanya mengakibatkan kerugian pribadi, tetapi juga pada orang lain, yang artinya mereka juga ikut   kerugian.

 

Misalnya, saat sedang berkendara, mobilmu mengalami kecelakaan, kemudian menabrak ruko di pinggir jalan hingga mengakibatkan beberapa bagian ruko tersebut rusak. Oleh karena merasa dirugikan, pemilik ruko menuntut kamu untuk mengganti kerugian-kerugiannya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, maka kamu harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut, di samping kamu juga harus memperbaiki mobil yang rusak.

 

Perumpamaan di atas sedikit-banyak terjadi di masyarakat. Jika sudah seperti itu, maka jawaban yang tepat, yaitu beri perlindungan asuransi. Jawaban atas permasalahan ini, yaitu perluasan asuransi Third Party Liabillity (TPL) atau yang biasa dikenal dengan Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH). Perluasan ini menjamin kerugian yang dialami orang lain atau pihak ketiga akibat adanya kecelakaan, seperti tabrakan, benturan, tergelincir, dan terperosok. Selain itu, jika kamu mengalami kebakaran, dan kebakaran tersebut menyebabkan kerugian pada pihak lain, maka kamu juga dapat mengatasinya dengan perluasan asuransi ini.

 

Secara garis besar, jaminan TPL mencakup dua hal, yaitu kerusakan atas harta benda dan kerugian diri yang diderita oleh pihak ketiga atau orang lain. Terlepas dari usaha penyelesaian masalah antara pihak ketiga dan tertanggung baik melalui musyawarah, kekeluargaan, bahkan hingga jalur pengadilan. Untuk melakukan penggantian kerugian yang dialami oleh pihak ketiga, tertanggung harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari penanggung secara tertulis. Jika dalam penyelesaian permasalahan dengan pihak ketiga terdapat bantuan dari para ahli yang berkaitan dengan tanggung jawab hukum, maka besaran biaya penggantian yang diberikan oleh penanggung, yaitu maksimal 10% dari nilai pertanggungan TPL.

 

Akan tetapi, meskipun jaminan ini ada, pengendara tetap tidak bisa secara sembarangan dalam berkendara, karena beberapa pengecualian yang diterapkan sehingga klaim jaminan ini ditolak. Beberapa pengecualian tersebut di antaranya, apabila mobil dipakai untuk latihan, ikut serta dalam perlombaan (balapan, karnaval, pawai), kampanye, dan unjuk rasa. Kemudian mobil tersebut digunakan untuk melakukan tindak kejahatan (penggelapan, penipuan, hipnotis, dan pencurian), dan penggunaan mobil yang tidak sesuai, seperti yang telah tercantum di dalam polis.  

 

Oleh karena itu perlu adanya perlindungan ini, sebagai bentuk preventif dari risiko yang dapat mengakibatkan kerugian pada pihak lain. Akan tetapi, bagi yang sudah menambahkan perlindungan ini, tetap harus menjaga sikap secara baik dan bijak dalam berkendara.