PENTINGNYA PERLUASAN KECELAKAAN DIRI (PERSONAL ACCIDENT) PADA ASURANSI MOBIL


Pentingnya Perluasan Kecelakaan Diri (Personal Accident) pada Asuransi Mobil

Setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukan akan selalu ada risikonya, mulai dari risiko ringan hingga berat. Tak terkecuali risiko yang akan mengintai saat berkendara. Kamu pasti pernah atau bahkan sering mendengar kabar dan berita yang menyiarkan tentang kecelakaan lalu lintas, kan? Jika dijabarkan lagi, kecelakaan berkendara dan lalu lintas itu di antaranya menabrak atau ditabrak, terguling, dan tergelincir. Ketiga faktor tersebut menyebabkan beberapa hal, mulai dari lecet-lecet hingga kerusakan parah pada kendaraan. Akan tetapi, sering pula ditemui kecelakaan berkendara yang bukan hanya meninggalkan “luka” pada kendaraan, namun juga pada diri pengemudi atau/dan penumpang. Sangat disayangkan, bukan?

 

Berdasarkan data yang dikutip dari sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014-2018 angka kecelakaan meningkat 3.30% per tahun. Meningkatnya angka kecelakaan diikuti pula peningkatan persentase korban. Korban yang meninggal meningkat 1.02%, dan korban yang mengalami cedera atau luka-luka meningkat menjadi 4.44%. Selain itu, dikutip dari laman Kompas.com, pada tahun 2019 angka kecelakaan juga meningkat 3%, dengan angka 107.500 kasus kecelakaan.

 

Oleh karena tingginya angka kecelakaan, dan tidak ada yang tahu kapan risiko kecelakaan itu akan terjadi, maka penting rasanya untuk melakukan upaya preventif, contohnya memberikan perlindungan yang memadai. Dengan adanya perlindungan tersebut – yang hadir dalam bentuk asuransi – maka dapat menjadi kunci nyaman dalam berkendara. Pada dasarnya, perlindungan kecelakaan diri merupakan perluasan dalam asuransi mobil. Hal yang menjadi fokus perluasan ini, yaitu adanya jaminan berupa pemberian santunan kepada tertanggung yang mengalami cedera badan dan biaya pengobatannya. Selain itu perluasan ini juga memberikan santunan kematian kepada nasabah.

 

Besaran biaya santunan yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada nasabah, disesuaikan berdasarkan tingkat cedera yang diderita. Misalnya, jika nasabah mengalami cedera dan luka-luka, maka besaran biaya santunan untuk perawatan atau pengobatan maksimal 10% dari batas tanggung jawab penanggung untuk perluasan kecelakaan diri ini. Lain lagi jika nasabah mengalami kehilangan fungsi organ tubuh, seperti kehilangan fungsi sebelah tangan atau sebelah kaki atau seluruh penglihatan pada sebelah mata secara permanen, maka besaran santunan yang akan diberikan sebesar 75%.

 

Pemberian santunan bisa diberikan secara penuh 100% jika nasabah menderita kehilangan fungsi seluruh penglihatan kedua mata secara permanen. Selain itu, santunan penuh 100% ini juga bisa diberikan jika nasabah menderita kehilangan fungsi kedua belah tangan atau kedua belah kaki atau sebelah tangan dan sebelah kaki. Nasabah yang menderita kehilangan fungsi sebelah tangan atau sebelah kaki, bersama-sama dengan kehilangan seluruh penglihatan pada sebelah mata secara permanen juga mendapat santunan penuh. Terakhir, jika nasabah meninggal dunia juga akan mendapat santunan penuh 100%.


Sesuai dengan ketentuan OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor tahun 2017 misalnya, untuk kecelakaan diri pengemudi, besarnya 0,5% dari nilai pertanggungan. Sedangkan untuk kecelakaan diri penumpang, per penumpang besarnya 0,1% dari nilai pertanggungan. Oleh karena itu, besar kecilnya tambahan nominal premi yang akan dibayarkan untuk perluasan ini, tergantung dari pilihan nasabah.


Bingung bagaimana perhitungan biaya santunannya? Begini contohnya:

Contoh 1: Seorang bapak membeli asuransi mobil dengan jenis penutupan asuransi comprehensive, kemudian dia menambahkan perluasan kecelakaan diri pengemudi (personal accident driver) dengan limit maksimal pertanggungan Rp10.000.000. Beberapa waktu kemudian, dia mengalami kecelakaan saat sedang berkendara sendiri, yang mengakibatkan kehilangan fungsi tangan kiri secara permanen. Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam polis, maka bapak itu berhak mendapat santunan sebesar Rp7.500.000 atau setara nilainya dengan 75% dari limit biaya pertanggungan. Bapak tersebut mendapatkan santunan tersebut setelah insiden yang dialaminya dinyatakan liable dan terbukti benar. Selain itu, dia juga bisa menunjukan bukti kecelakaannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh rumah sakit.


Contoh 2: Terjadi kecelakaan yang mengakibatkan dua orang terluka, pengemudi mobil tersebut mengalami luka-luka, begitu juga dengan seorang penumpangnya. Keduanya membutuhkan perawatan untuk menyembuhkan luka-luka tersebut. Berbekal surat keterangan dari rumah sakit, dan pembuktian bahwa kecelakaan tersebut dinyatakan liable, maka klaim kecelakaan diri yang diajukan diterima. Kedua orang tersebut mendapatkan biaya santunan masing-masing sebesar 10% dari limit pertanggungan Rp10.000.000, yang artinya setiap orang mendapatkan biaya pengobatan Rp1.000.000.

 

Uraian di atas merupakan penjelasan tentang perluasan kecelakaan diri yang ada pada asuransi mobil. Fitur tersebut juga dapat kamu dapatkan, jika kamu membeli asuransi mobil dengan jenis penutupan comprehensive, dan kamu menambahkan perluasan kecelakaan diri di asuransi RaksaOnline.

 

Meskipun sudah mendapat perlindungan asuransi mobil dan menambahkan perluasan kecelakaan diri, kamu tetap harus menjaga diri sebaik mungkin ketika sedang berkendara. Jangan pernah terbesit untuk ugal-ugalan selama berkendara.

 



Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, Sensus Badan Pusat Statistik tahun 2014-2018, dan Kompas.com