BATASAN-BATASAN DALAM PENUTUPAN ASURANSI COMPREHENSIVE PADA ASURANSI MOBIL


Batasan-Batasan dalam Penutupan Asuransi Comprehensive pada Asuransi Mobil

“Sudah ajukan klaim asuransi, tapi kok ditolak?”

  

Tidak sedikit memang pertanyaan tersebut keluar dari nasabah. Keresahan tersebut yang sedikit-banyak menghasilkan stigma bahwa proses berasuransi merupakan sesuatu yang kurang menyenangkan, berbelit, dan percuma. Bagaimana tidak, sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar perlindungan bagi kendaraan, namun ketika akan mengajukan klaim justru ditolak. Akan tetapi, sebaiknya tahan dulu pikiran tersebut, dan lebih baik untuk mempelajarinya lebih lanjut.

 

Terjadinya penolakan pengajuan klaim tersebut tidak dilakukan dengan tanpa alasan yang jelas. Ada berbagai pertimbangan yang dilakukan hingga akhirnya keputusan suatu klaim diterima atau ditolak dikeluarkan oleh pihak asuransi. Satu hal yang sangat mungkin terjadi dalam situasi penolakan klaim tersebut, yaitu karena kejadian atau kerugian yang dilaporkan oleh nasabah atas klaim yang diajukan bukan kejadian yang dijamin dalam polis. Akan tetapi, nasabah berpendapat bahwa mereka telah membeli polis asuransi mobil dengan penutupan comprehensive, dan menyimpulkan bahwa segala kejadian atau kerugian atau kerusakan yang menimpa mobil mereka, akan dijamin dan diganti sepenuhnya. 

 

Terdapat kekeliruan dalam mengartikan definisi penutupan comprehensive ini, yang menyatakan bahwa segala kejadian akan dijamin. Akan tetapi, sebenarnya penutupan comprehensive ini mempunyai batasan jaminan untuk setiap kejadian. Misalnya, berdasarkan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) penutupan comprehensive menjamin kerugian atau kerusakan yang diakibatkan tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terperosok, perbuatan jahat, pencurian (termasuk pencurian yang diawali dengan kekerasan), dan kebakaran. Kedelapan kejadian tersebut yang menjadi salah satu acuan diterima atau ditolaknya suatu pengajuan klaim asuransi mobil.

  

“Jadi kalau mobil saya terdampak banjir, tidak diterima klaimnya?”

 

Banjir dalam asuransi mobil termasuk ke dalam perlindungan tambahan atau istilah lainnya, disebut dengan perluasan jaminan. Mobil yang terdampak banjir bisa mendapat perbaikan atau penggantian dari asuransi mobil, jika tertanggung telah menambahkan fitur perluasan jaminan banjir ini ke dalam polis mereka. Jika tertanggung menambahkan fitur perluasan jaminan banjir ini, bukan hanya dampak banjir yang akan dijamin, namun juga mencakup kerugian atau kerusakan akibat angin topan, badai hujan es, genangan air, dan tanah longsor. 

 

Bukan hanya perihal banjir, ada beberapa perluasan jaminan lainnya yang terdapat pada asuransi mobil. Adapun contohnya, antara lain perluasan jaminan RSCC (Riot, Strike, Civil Commotion), perluasan jaminan bengkel rekanan, perluasan jaminan tanggung jawab hukum pihak ketiga, perluasan jaminan gempa bumi, dan perluasan jaminan kecelakaan diri. Untuk lebih lengkapnya mengenai hal tersebut, dapat dicek secara langsung di dalam polis. Oleh karena di dalam polis tidak hanya terdapat kejadian atau kerugian yang dijamin, melainkan juga terdapat hal-hal yang dikecualikan, sehingga dengan membaca polis dapat memahami setiap batasan-batasan yang dijamin dan dikecualikan.

 

Mencari dan memilih asuransi mobil yang bagus memang bukan hal yang mudah, tapi dengan pertimbangan yang cermat hal tersebut dapat teratasi. Selain itu, banyak pula perusahaan asuransi menghadirkan berbagai penawaran dan layanan. Cermat dan bijak dalam menentukan pilihan sebelum beli asuransi mobil menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.