BERKENDARA AMAN SAAT HUJAN


Berkendara Aman Saat Hujan

Memasuki musim hujan akan ada banyak hal yang perlu disiapkan, mulai dari kondisi tubuh yang harus tetap bugar, cara berkegiatan yang harus disesuaikan, hingga perlengkapan wajib dan pendukung untuk beraktivitas sehari-hari. Misalnya, penggunaan mobil selama musim hujan. Berkendara saat hujan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Konsentrasi dan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi sangat dituntut dalam hal ini. Begitu pentingnya cara berkendara di musim hujan, menyebabkan hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 yang membahas lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam pasal 116 tercantum peringatan bagi pengendara untuk memperlambat laju mobil mereka saat hujan atau melewati genangan.

Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan ketika akan mengendarai mobil selama musim hujan. Hal ini karena adanya tantangan tersendiri selama berkendara di musim hujan, mulai dari genangan air, keterbatasan jarak pandang, hingga jalan licin. Pengendara tidak bisa mengabaikan berbagai risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor di atas. Oleh karena itu, kami telah merangkum beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan agar tetap nyaman dan aman selama berkendara saat hujan. 

 

Kondisi ban dan tekanan angin

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama musim hujan jalan akan menjadi licin. Untuk mengatasi risiko selip saat berkendara terjadi, salah satu hal yang bisa diperhatikan, yaitu kondisi ban. Ada beberapa indikator yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui tingkat layak guna pakai ban mobilmu, di antaranya lama pemakaian ban mobil sudah mencapai jarak tempuh 40.000 km, terdapat kebotakan, retakan, dan/atau benjolan pada ban, dan alur ban sudah tipis. Untuk mengetahui tipis-tidaknya alur ban mobilmu bisa dicek dengan memperhatikan batas TWI (Tread Wear Indicator) pada ban. Jika sudah menyentuh batas TWI, itu artinya ban mobil sudah tipis.

Selanjutnya, tekanan angin pada ban juga menjadi hal penting yang harus kamu perhatikan. Kondisi tekanan angin yang kurang ideal dapat menyebabkan mobil menjadi kurang nyaman ketika dikendarai. Selain itu, jika ada jalan berlubang, laju mobil akan sedikit terhambat dan guncangan akibat hal tersebut akan semakin terasa.

 

Perhatikan bagian luar mobil, seperti wiper, kaca mobil, dan lampu

Pentingnya ketiga bagian ini karena bagian-bagian tersebut akan mengalami kontak langsung dengan air hujan. Wiper punya peranan penting dalam menjaga visibilitas pengendara. Wiper yang masih bagus memiliki daya seka yang baik, sehingga tidak menyisakan air pada permukaan kaca mobil yang disekanya. Selain itu, kamu juga dapat melihatnya secara fisik, salah satu indikasinya, yaitu wiper tidak melengkung.

Kaca mobil juga sama pentingnya. Tingkat visibilitas yang berkurang ketika berkendara, harus diakali oleh setiap pengendara. Kamu sebaiknya memperhatikan celah-celah kaca mobil agar tidak ada bocoran atau resapan air hujan ke dalam mobil. Ketiga, bagian luar mobil yang harus diperhatikan oleh pengendara, yaitu lampu. Selalu nyalakan lampu utama mobil selama berkendara. Akan tetapi, jangan nyalakan lampu hazard, kecuali kamu sedang dalam keadaan darurat atau sedang berhenti di bahu jalan. Jika kamu menyalakan lampu hazard tanpa pengecualian di atas, hal tersebut justru akan membahayakan pengendara lain yang berada di dekatmu.

 

Jaga jarak aman 

Selain memperlambat laju mobil, kamu sebaiknya juga menerapkan jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Hal ini sangat perlu dilakukan, terlebih jika kamu berkendara saat hujan. Kamu bisa mengatur jarak aman antarkendaraan dua kali lebih jauh. Rekomendasi jarak aman ketika berkendara saat hujan, yaitu 6 detik. Untuk mengetahui perkiraan jarak aman tersebut kamu dapat menggunakan objek-objek yang kehadirannya berulang di tepi jalan sebagai patokan, misalnya pohon-pohon perdu. Kamu dapat menghitung waktu tempuh yang diperlukan untuk melewati satu pohon ke pohon lainnya. Jika pada kondisi tidak hujan waktu tempuhmu, yaitu 3 detik untuk antarpohon, maka saat hujan kamu bisa mengaturnya menjadi 6 detik untuk antarpohon.

 

Demikian tiga hal yang bisa kamu perhatikan ketika memutuskan berkendara saat hujan. Perlu diingat oleh setiap pengendara, yaitu untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan berkendara. Jangan sampai kamu lalai dalam mematuhi berbagai aturan berkendara saat hujan. Jadikan hal-hal di atas sebagai bentuk perlindungan selama berkendara. Selain itu, kamu juga bisa melengkapi mobilmu dengan perlindungan lainnya, yaitu dengan asuransi mobil yang bagus. Dengan adanya asuransi mobil, kamu bisa menjadi lebih aman dan nyaman dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi berkendara. 

RaksaOnline bisa kamu jadikan sebagai pilihan asuransi mobil, karena dilengkapi dengan berbagai fitur dan layanan utama untukmu, beberapa di antaranya, yaitu jaminan spare part asli, lokasi layanan tersebar di banyak kota di Indonesia, dan adanya layanan darurat seperti hotline 24 jam dan derek, siap menjadi pelindungmu. Jadi, beli asuransi mobil? Ya, RaksaOnline aja.