CARA KLAIM ASURANSI MOBIL BANJIR


Cara Klaim Asuransi Mobil Banjir

Berkaca pada bencana banjir yang melanda ibukota Jakarta pada awal tahun 2020 silam, tentu tidak ada yang menginginkan peristiwa itu terjadi kembali, baik di tahun ini maupun di tahun-tahun yang akan datang. Pasalnya, kerugian yang ditimbulkan karena bencana banjir di Jakarta, dan daerah di sekitarnya, seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi pada awal tahun 2020 tidak bisa dibilang sedikit. Jika berpatokan pada data yang dihimpun oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), estimasi kerugian finansial yang diakibatkan oleh banjir tersebut, yaitu sekitar Rp1,155 triliun. Angka tersebut merupakan hasil dari akumulasi kerugian yang terdapat pada properti dan kendaraan.

 

Dari besarnya angka kerugian di atas, sekilas bisa terbayang banyaknya kendaraan, seperti mobil yang terdampak oleh banjir tersebut. Mobil yang terdampak banjir akan mengalami kendala pada beberapa bagiannya. Kerusakan pada komponen mesin, kaki-kaki, transmisi, aki, dan oli yang tercampur air merupakan beberapa ancamannya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kerusakan pada komponen lain juga bisa terjadi. Jika melihat tinggi-rendahnya genangan banjir yang menimpa mobil, mulai dari sebatas setengah ban hingga terendam penuh hingga atap mobil. Untuk memperbaiki mobil yang terdampak banjir akan membutuhkan biaya yang tinggi. Jika mobil yang terdampak banjir tersebut tidak diperbaiki, dan lebih memilih untuk langsung menjualnya saja, kamu harus siap-siap menerima kenyataan bahwa mobil kamu akan ditawar atau laku terjual dengan harga yang murah. Jika sudah seperti itu maka kamu sama saja seperti terkena pribahasa sudah jatuh tertimpa tangga.

 

Potensi kerugian finansial yang akan kamu alami akibat mesin mobil terendam banjir tidak bisa dibilang kecil. Kerusakan pada mesin mobil akibat terendam banjir menjadi salah satu bagian atau part mobil yang banyak diklaim. Untuk mengurangi potensi kerusakan pada mesin mobil, saat mobil terendam banjir jangan sekali-kali memaksakan diri untuk menyalakan mesin mobil. Ancaman seperti water hammer akan menyerang mobil kamu, dan risiko kerusakan yang lebih parah bisa terjadi, yaitu stang piston patah. Jika sudah seperti itu, sudah bisa terbayang besarnya biaya yang harus kamu keluarkan untuk perbaikan mobil tersebut. Namun jika tidak diperbaiki akan muncul potensi-potensi lain yang akan mengancam mobil, seperti menjalarnya kerusakan ke bagian lain hingga nilai jual mobil yang akan turun.

 

Dampak-dampak banjir seperti yang dijelaskan di atas tidak akan terjadi jika mobil kamu terlindungi dengan asuransi mobil yang bagus dengan tambahan perluasan banjir. Seperti yang telah disinggung dalam tulisan sebelumnya, bahwa perluasan banjir tidak hanya menanggung kerugian finansial atau kerusakan pada mobil yang terdampak banjir saja. Akan tetapi, juga adanya perlindungan akibat angin topan, badai hujan es, genangan air, dan tanah longsor. Oleh karena itu, dengan menambahkan satu perluasan jaminan, keuntungan yang didapat tidak hanya satu risiko. Jika mobil kamu terdampak banjir, dan kamu mempunyai tambahan jaminan perlindungan banjir, kamu dapat ajukan klaim ke perusahaan asuransi tepercaya yang telah kamu pilih. Berikut kami jabarkan di bawah ini tentang cara klaim asuransi mobil banjir.

 

Cara klaim asuransi mobil banjir

Setiap perusahaan asuransi mempunyai ketentuan dokumen klaim hingga prosedur klaimnya masing-masing, namun di bawah ini kami sampaikan secara umum terkait dua hal tersebut.

-   Sebelum mengajukan klaim, pastikan bahwa kamu mempunyai perluasan jaminan banjir pada polis asuransi mobil kamu. Tanpa adanya perluasan jaminan ini, kamu tidak dapat mengajukan klaim banjir. 

 

-   Setelah memastikan bahwa kamu mempunyai perluasan jaminan banjir, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan, yaitu membuat laporan ke pihak asuransi. Laporan kejadian dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor cabang asuransi terdekat. Selain itu laporan kejadian dapat dilakukan dengan cara menghubungi hotline atau customer service. Ada batas waktu maksimal untuk menyampaikan laporan kejadian. Setiap perusahaan asuransi mempunyai ketentuannya masing-masing, di Asuransi Raksa misalnya, batas waktu maksimal untuk menyampaikan laporan kejadian, yaitu 5 x 24 jam setelah kejadian. Saat menyampaikan laporan kejadian, setidaknya beberapa hal ini yang akan ditanyakan, yaitu seperti data diri, data kendaraan, hingga waktu dan detail kejadian yang kamu alami.

 

-   Pastikan bahwa dokumen klaim yang dibutuhkan telah kamu lengkapi. Secara umum, dokumen klaim yang diperlukan, yaitu salinan atau copy STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), salinan atau copy KTP pemegang polis, salinan atau copy SIM pengemudi saat kejadian, dan polis asuransi – yang biasanya akan diperlukan, yaitu nomor polis asuransi – kendaraan tersebut. Jika dokumen-dokumen tersebut kurang, maka kamu akan diminta kembali dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Oleh karena itu, agar tidak menyita waktumu, sebaiknya kamu siapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum klaim diajukan.

 

-   Laporan kejadian yang kamu sampaikan akan dikonfirmasi dan diklarifikasi oleh pihak asuransi. Konfirmasi yang dilakukan ini, yaitu berupa pencocokkan antara laporan yang telah kamu sampaikan dengan fakta-fakta yang terdapat di lapangan, yang dalam hal ini, yaitu fakta yang terdapat pada mobilmu. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian laporan dengan fakta-fakta yang ada di lapangan, bahkan ditemukannya unsur kecurangan, maka pengajuan klaim tersebut berpotensi ditangguhkan. Itikad baik dan kejujuran nasabah dalam menyampaikan laporan klaim ini sangat dibutuhkan, agar proses klaim dapat berjalan lancar dan tidak ada penolakan. Ini sesuai dengan salah satu prinsip asuransi, yaitu utmost good faith. Selain itu, jika ditemukan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pengendara, seperti sengaja menerobos genangan air atau banjir, dan pengendara juga mengetahui akan terjadi masalah pada mobil tersebut, maka klaim berpotensi ditolak. Jadi, sampaikan kejadian yang sebenar-benarnya saat mengajukan klaim ya.

 

-   Laporan yang telah dikonfirmasi akan berakhir pada proses penerbitan SPK (Surat Perintah Kerja) dan penentuan besaran own risk yang akan dibayarkan oleh pemilik mobil, sesuai kesepakatan yang terdapat pada polis. Selain laporan klaim yang memiliki batas waktu maksimal, SPK juga serupa. SPK mempunyai batas waktu maksimal, biasanya 30 hari setelah diterbitkan. Dalam rentang waktu tersebut pemilik mobil diminta membawa mobil tersebut ke bengkel untuk diperbaiki. Selain membawa mobil ke bengkel, kamu juga diharuskan untuk membawa SPK yang telah diterbitkan oleh pihak asuransi. Setelah perbaikan selesai, kamu akan diminta untuk melakukan pembayaran own risk.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, telah diketahui dokumen klaim asuransi banjir. Selain itu, tergambarkan pula prosedur dan cara klaim asuransi banjir. Jika kamu sudah mengikuti setiap langkah yang telah disampaikan di atas, kemungkinan klaim ditolak akan kecil terjadi. Kamu bisa ciptakan proses klaim asuransi banjir yang jauh dari kata berbelit, dengan mengikuti setiap langkah di atas. Selalu hati-hati dan waspada dalam berkendara ya, supaya kamu tetap aman dan terhindar dari ancaman banjir.