PERLUASAN ASURANSI MOBIL 101


Perluasan Asuransi Mobil 101

Tidak sedikit orang yang mengetahui bahwa asuransi mobil itu hanya seputar asuransi mobil TLO (Total Loss Only) dan asuransi mobil comprehensive. Asuransi mobil comprehensive pun masih banyak yang menganggapnya asuransi mobil all risk. Berbekal dari pengertian all risk, yaitu berarti semua risiko, sehingga pada akhirnya banyak yang menerjemahkannya dengan semua kerugian yang terjadi pada mobil dan pengemudi, akan dijamin kerugiannya oleh pihak asuransi. Memang benar, bahwa kerusakan mobil atau kerugian finansial yang dialami oleh pemegang polis asuransi mobil akan diganti kerugian-kerugiannya.

 

Akan tetapi, satu hal yang perlu dicatat, yaitu bahwa kerugian atau kerusakan yang terjadi akan dijamin selama hal tersebut tercantum dalam polis asuransi dan pemilik polis sudah melakukan kewajibannya. Jika tidak, maka saat pengajuan klaim dilakukan, siap-siap klaim tersebut akan ditolak oleh pihak asuransi. Misalnya, mobil kamu terendam banjir dan mengalami kerusakan pada bagian mesin yang mengakibatkan mobil mati total.

 

Sebenarnya kerugian yang terjadi dapat diklaim dan dijamin oleh pihak asuransi mobil, dengan ketentuan bahwa kamu mempunyai perluasan jaminan asuransi. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, yaitu apa saja perluasan jaminan yang terdapat di asuransi mobil? Perlukah untuk menambahkan perluasan tersebut dalam polis asuransi kamu? Dalam tulisan ini dijelaskan “sebenarnya apa sih perluasan jaminan asuransi mobil itu”

 

Secara umum perluasan jaminan asuransi mobil itu merupakan bentuk-bentuk risiko yang dijamin oleh pihak asuransi di luar dari polis utama, yang dalam hal ini asuransi comprehensive. Jenis-jenis jaminan perluasan di antaranya, yaitu Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH); Riot, Strike, Civil Commotion (RSCC); kecelakaan diri; banjir; bengkel resmi rekanan; dan gempa bumi. Untuk penjelasan lebih lanjut akan dibahas di bawah ini.

 

1. Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH)  

Tidak ada satu orang pun yang menginginkan terjadinya kerugian atau kerusakan yang menimpa diri dan aset kamu. Akan tetapi, tidak ada yang bisa memprediksi terjadinya hal tersebut. Terlebih lagi, jika kerugian yang kamu alami juga membawa kerugian terhadap orang lain. Ibarat sudah jatuh, tapi harus tertimpa tangga pula, kamu juga harus menanggung kerugian yang dialami oleh orang lain. Misalnya, kamu menabrak pagar rumah orang lain hingga pagar tersebut rusak, dan pemilik rumah menuntut kamu untuk mengganti kerugian, maka kamu harus menanggungnya. Ilustrasi tersebut merupakan salah satu contoh yang bisa terjadi. Oleh karena itu, risiko bisa jadi bukan hanya terjadi padamu, tapi juga dapat mengakibatkan kerugian pada orang lain. Berdasarkan hal tersebut, perluasan jaminan ini ada sebagai salah satu pengaman tambahan yang bisa melindungimu dan orang lain. Kamu bisa mengalihkan kerugian tersebut kepada pihak asuransi.

 

2. Riot, Strike, Civil Commotion (RSCC)

Kerusuhan dan huru-hara bisa terjadi di mana saja, dan atas alasan apa saja. Kamu bisa membayangkan jika hal tersebut terjadi, maka yang akan timbul, yaitu kerusakan-kerusakan terhadap objek-objek di sekitar kejadian. Objek tersebut bisa berupa bangunan, kendaraan, bahkan hingga fasilitas umum. Jika akibat kerusuhan tersebut mengakibatkan kerusakan pada kendaraanmu dan kamu mempunyai perluasan jaminan ini, maka kamu bisa melakukan pengajuan klaim asuransi. 

 

3. Kecelakaan diri

Sering kali kecelakaan yang terjadi saat berkendara bukan hanya mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, namun juga mengakibatkan cidera bahkan kematian pada penumpang kendaraan tersebut. Jika kamu mempunyai perluasan jaminan ini, kamu bisa ajukan klaim kecelakaan diri. Besaran pertanggungan kerugian mempunyai limit maksimal yang ditawarkan oleh pihak asuransi. Sementara itu, untuk besaran rate premi perluasan ini sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan membaginya menjadi dua jenis, yaitu rate pengemudi dan rate penumpang. Untuk rate pengemudi, rate premi yang ditentukan, yaitu 0,5% dari nilai pertanggungan, sedangkan untuk rate penumpang, yaitu 0,1% dari nilai pertanggungan untuk satu penumpang. Jika lebih dari satu penumpang yang diberikan jaminan, maka nilai 0,1% dikalikan dengan jumlah penumpang.

 

4. Banjir

Menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi, terutama di musim hujan, banjir merupakan salah satu musuh besar kendaraan, termasuk pada mobil. Banjir bisa mengakibatkan kerusakan yang cukup fundamental. Hal ini dikarenakan panel-panel penting pada mobil bisa rusak. Oleh karena efeknya yang cukup membahayakan bagi mobil, penting rasanya untuk mempertimbangkan perluasan jaminan ini. Selain itu, jaminan perluasan ini tidak hanya melindungi mobil dari bencana banjir. Akan tetapi, juga bisa melindungi mobil dari risiko bencana alam lainnya, seperti angin topan, badai es, genangan air, dan tanah longsor. Berdasarkan ketentuan OJK, rate premi banjir ini, yaitu dimulai dari 0,05% dari premi yang dibayarkan, dengan risiko sendiri, yaitu 10% dari nilai klaim (minimal Rp500.000).

 

5. Bengkel resmi

Setiap pemilik mobil menginginkan yang terbaik bagi mobil mereka, termasuk dalam hal perawatan dan perbaikan di bengkel. Contohnya, yaitu mendapatkan layanan bengkel terbaik dan bengkel resmi. Akan tetapi, meskipun kamu tidak mempunyai jaminan bengkel resmi ini, kamu juga tetap bisa mendapatkan jaminan bengkel rekanan terbaik dengan jaminan suku cadang asli. Pun setelah perbaikan selesai dilakukan oleh bengkel rekanan, kamu masih mendapatkan garansi atas bagian yang diperbaiki minimal 3 bulan lamanya. Ditambah lagi Raksa sudah menjalin kerja sama dengan bengkel-bengkel rekanan, yang selalu mendapatkan penilaian dan evaluasi secara rutin oleh Raksa. Dengan begitu, kualitas pelayanan bengkel selalu optimal.

 

6. Gempa bumi

Potensi bencana alam seperti gempa bumi ini selalu mengintai Indonesia. Kamu bisa lihat rangkaian peristiwa gempa bumi yang terjadi di awal tahun 2021 ini. Untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat kondisi ini, kamu harus mempersiapkan diri, baik untuk diri sendiri, keluarga, hingga aset dan barang berhargamu. Oleh karena adanya risiko ini, maka ada perluasan jaminan gempa bumi untuk melindungi mobilmu. Perluasan jaminan gempa bumi ini mempunyai rate premi yang telah diatur oleh OJK, yaitu mulai dari 0,125% hingga 0,135% dari premi yang dibayarkan, dengan risiko sendiri 10% dari nilai klaim (minimal Rp500.000). Besaran rate premi ini bergantung pada wilayah dan jenis asuransi mobil yang kamu pilih. Perluasan jaminan ini tidak hanya melindungi mobilmu dari gempa bumi saja. Akan tetapi, juga menjamin kerusakan dan kerugian akibat bencana tsunami dan gunung berapi.

 

Keenam jenis perluasan jaminan asuransi di atas hadir untuk semakin memberikan perlindungan optimal terhadap proses berkendara. Tujuan keamanan dan kenyamanan berkendara menjadi yang utama. Kamu bisa tambahkan jenis perluasan jaminan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Proses penambahan jaminan ini bisa kamu lakukan saat pengajuan asuransi. Satu hal yang bisa selalu kamu ingat, cermat dan bijak dalam menentukan pilihan perluasan jaminan asuransi ini.