TIPS BERKENDARA SAAT GEMPA BUMI TERJADI


Tips Berkendara Saat Gempa Bumi Terjadi

Tidak ada yang bisa menerka secara pasti waktu dan lokasi terjadinya bencana alam. Hal yang perlu dipersiapkan oleh setiap orang sebagai bentuk antisipasi, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang upaya mitigasi bencana. Ini bukan hanya menyangkut persiapan dalam menghadapi bencana ketika sedang berada di rumah, atau kantor. Kamu juga harus mempersiapkan diri ketika menghadapi bencana saat sedang melakukan aktivitas lainnya, misalnya berkendara. Tanpa adanya bencana pun berkendara harus diimbangi dengan persiapan yang tidak bisa sembarangan, karena jika kamu tidak acuh dengan hal tersebut, maka ada risiko bagi dirimu sendiri, atau pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan dalam menghadapi bencana ketika sedang berkendara, yang dalam hal ini bencana yang dihadapi, yaitu gempa bumi.

 

Bencana alam ini sering terjadi di Indonesia. Ini diakibatkan letak Indonesia yang berada di antara lempeng benua yang terus bergerak. Selain itu, ada pula ancaman dari gempa yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi, yang jumlahnya tidak sedikit. Kami telah merangkum beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pengendara ketika terjebak dengan situasi gempa bumi ini.

 

1.    Tidak panik

Kepanikan memang menjadi hal yang sulit untuk diatasi di tengah situasi seperti ini. Akan tetapi, bukan berarti hal ini tidak bisa diatasi. Kamu perlu mengetahui bahwa kepanikan yang berlebihan justru akan membahayakanmu, dan juga orang lain. Atur nafasmu untuk mengurangi kepanikan yang terjadi.

 

2.    Kurangi kecepatan dan ambil jalur kiri

Gempa bumi menghasilkan efek pusing yang akan kamu rasakan. Ini akan berbahaya saat kamu berkendara. Untuk mengatasi hal ini, cara yang bisa kamu lakukan, yaitu mengurangi kecepatan berkendara, dan bergeser ke jalur lambat atau jalur kiri. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk sampai ke tempat tujuan jika terjebak dalam situasi ini. Bijak rasanya jika kamu langsung ambil jalur kiri untuk memperlambat laju mobil, daripada membahayakan diri, karena biasanya gempa bumi terjadi dalam hitungan detik.

 

Kamu tidak disarankan untuk menghentikan mobil di pinggir jalan saat gempa terjadi, karena ini akan membawa risiko lainnya. Mulai dari risiko tertabrak kendaraan lain, tertimpa bangunan yang runtuh, atau tertimpa pepohonan atau tiang tumbang akibat gempa. Yang perlu kamu lakukan, yaitu mengurangi kecepatan. Jika memang harus berhenti, pastikan lokasimu aman dari risiko-risiko tersebut.

 

3.    Jangan mengunci pintu mobil

Mengunci pintu mobil memang harus dilakukan jika berkendara dalam kondisi biasa. Akan tetapi, ini justru akan berisiko jika kamu lakukan saat gempa bumi terjadi.  Mengunci pintu mobil hanya akan menghambatmu saat harus mengamankan diri dan keluar dari mobil. Jika kamu untuk memutuskan keluar mobil, pastikan mesin mobil kamu sudah dimatikan, dan lokasi yang pilih benar-benar aman dari risiko-risiko lainnya yang membahayakan.

 

4.    Pegang kemudi dengan kuat

Kontrol kemudi yang baik saat gempa bumi terjadi sangat dibutuhkan. Jika kehilangan kendali pada kemudi, bisa terbayang risiko yang mungkin akan terjadi. Tentu, kamu tidak menginginkan hal ini terjadi. Oleh karena itu, genggam kemudi dengan kuat menjadi solusinya.

 

Keempat hal di atas bisa kamu perhatikan sebagai bentuk antisipasi untuk mengurangi risiko saat gempa bumi terjadi. Sekali lagi, bencana alam tidak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya, namun kita hanya perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan perlindungan mobilmu dengan asuransi mobil yang bagus, dan dengan tambahan jaminan perluasan asuransi mobil gempa bumi. Dengan perluasan jaminan ini, kamu bisa melindungi mobilmu bukan hanya dari gempa bumi, tapi juga pada bencana alam tsunami dan gunung berapi.

 

Jika kamu sudah mempunyai perluasan jaminan ini, dan mobilmu terdampak olehnya, kamu bisa ajukan klaim asuransi mobil atas kejadian yang menimpamu. Jangan lupa untuk mengikuti prosedur-prosedur dan ketentuan klaim asuransi yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Bagi kamu yang kurang memahami proses klaimnya, kamu bisa minta bantuan dari hotline asuransi terkait klaim yang akan diajukan.