SELUK-BELUK KEBOCORAN OLI MOBIL YANG PERLU KAMU KETAHUI


Seluk-beluk Kebocoran Oli Mobil yang Perlu Kamu Ketahui

Jika ditanya salah satu benda yang sangat berhubungan dengan mobil, maka merupakan jawabannya. Bagi pemilik atau pengemudi mobil, semestinya sudah mengetahui bahwa oli mobil terdiri dari beberapa jenis. Setidaknya terdapat tujuh jenis oli mobil yang dapat kamu temui, seperti oli mesin, oli sintetis, oli transmisi, oli rem, oli gardan, oli power steering, dan oli transfer. ketujuh oli tersebut mempunyai peranannya masing-masing, yang tentunya kamu sebagai pengemudi atau pemilik mobil tidak mau jika terjadi permasalahan dengannya. Akan tetapi, kerap ditemui kondisi oli mobil yang bocor. Salah satu penyebab kebocoran ini terjadi, yaitu adanya seal mobil yang mengalami kerusakan.

 

Sadar atau tidak, kondisi tersebut jika dibiarkan akan membahayakan mobilmu dan membuat proses mengemudi yang tidak nyaman. Jika kondisi tersebut terjadi, yang akan berdampak bukan hanya pada dirimu saja, tapi bisa jadi juga akan menimpa orang dan pengguna jalan lainnya. Beberapa akibatnya, antara lain komponen mesin yang terdiri dari logam, dan pada saat pengoperasiannya terjadi gaya gesek, jika oli bocor (dan kapasitas oli tidak sesuai standar dan ketentuan) maka besar kemungkinan akan berdampak pada keausan mesin. Untuk mencapai kondisi tersebut, akan muncul gejala seperti overheating, dan mesin sulit dihidupkan saat pagi hari.

 

Selain itu, dampak lain yang akan muncul akibat oli mobil bocor yang didiamkan, yaitu adanya selip pada bagian kopling. Ini akan terjadi jika kebocoran mengarah kampas kopling mobil. Perlu diketahui bahwa kondisi kampas kopling, yaitu kering. Jadi, jika ini terjadi, sudah terbayang bahwa selip ini akan berdampak pada sulitnya mobil untuk dikendalikan. Terakhir, jika bocoran oli menetes di jalan, ini bisa berdampak pada orang lain, karena menyebabkan jalan menjadi licin.

 

Lantas sebagai bentuk pencegahan atau penanganan kondisi ini, setidaknya kamu perlu mengetahui lokasi-lokasi atau bagian mobil yang kerap mengalami kebocoran oli ini. Beberapa di antaranya, yaitu kamu bisa cek di bagian bawah mesin dekat komponen radiator, lalu pada bagian pangkal knalpot mobil, ketiga pada bagian belakang mesin atau pada bagian tangki oli, selanjutnya pada bagian depan mesin hingga bawah mobil, di antara as ban belakang, terakhir pada bagian roda gigi setir.

 

Sudah mengetahui penyebabnya, sudah mengetahui akibatnya, dan sudah mengetahui lokasi-lokasi di mobil yang kerap timbulnya tetesan akibat kebocoran oli ini, maka yang perlu kamu ketahui selanjutnya, yaitu penanganan dan pencegahan agar kondisi tersebut tidak terjadi. Pertama kamu bisa cek lokasi-lokasi pada mobil yang telah disebutkan di atas. Kemudian, kamu bisa cek tangki oli dan ukur kuantitas oli dengan menggunakan stik alat ukur oli, jika ada kekurangan kamu bisa tambahkan secara manual. Akan tetapi, perlu kamu ingat pula, dalam menambahkan oli tambahan tersebut, jangan sampai melebihi kapasitas atau ketentuan yang ada. Jika hal tersebut terjadi, mesin mobil kamu akan mengurangi daya kerja pompa oli dalam melumasi.

 

Selain itu, untuk mencegah risiko-risiko lainnya yang bisa terjadi saat kamu berkendara, kamu bisa menambahkan perlindungan untuk mobil kamu dengan asuransi mobil terbaik. Kamu bisa pilih RaksaOnline sebagai pelindung mobilmu. Dilengkapi dengan berbagai keistimewaan, RaksaOnline siap melindungi mobilmu. Satu hal yang perlu kamu ingat, yaitu risiko kerugian dapat terjadi kapan saja, dan menimpa siapa saja. Tetap bijak dalam berkendara ya.