KENALI BIAYA ASURANSI MOBIL YANG HARUS KAMU SIAPKAN SELAIN PREMI, TERUTAMA SAAT KLAIM


Kenali Biaya Asuransi Mobil yang Harus Kamu Siapkan Selain Premi, Terutama saat Klaim

Ketika memutuskan untuk membeli asuransi, Anda akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Pilihan seperti jenis asuransi, perluasan perlindungan, masa perlindungan, dan lain-lain perlu diambil sebelum perjanjian asuransi dibuat. Selain itu, penting juga untuk membaca seluruh perjanjian agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari. 

Jangan sampai, ada kesepakatan atau biaya asuransi mobil yang tidak kamu ketahui dan baru kamu temukan saat mau klaim. Nah, untuk menghindari hal itu, pahami bahwa saat menyetujui perjanjian asuransi, setidaknya kamu harus mengeluarkan biaya berikut:

  • Pertama, kamu perlu menyiapkan premi asuransi yang dihitung berdasarkan ketentuan rate, nilai taksiran mobil, dan wilayah perlindungan. 

  • Kedua, biaya administrasi yang besarannya berbeda dari setiap penyedia asuransi. Biasanya, biaya ini tidak lebih dari Rp50.000.

Biaya tersebut biasanya dibayarkan di muka untuk satu tahun ke depan. Jadi, selama satu tahun ke depan tidak akan ada premi atau biaya lain yang perlu kamu keluarkan. Nantinya, kamu akan membuat perjanjian baru ketika akan memperpanjang asuransi. 

Memahami Nilai Taksiran Mobil

Satu hal lagi yang perlu diingat saat mau memperpanjang asuransi adalah mengenai nilai taksiran mobil. Mobil adalah aset bergerak yang nilainya terus berkurang selama pemakaian. Jadi, di tahun berikutnya, ada kemungkinan biaya asuransi mobil juga lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Ini karena harga mobil tersebut berkurang karena usianya semakin bertambah, sehingga berpengaruh pada nilai akhir premi. Otomatis, nilai perlindungan yang kamu akan dapatkan pun akan berkurang. 

Biaya Asuransi Mobil saat Klaim

Saat akan melakukan klaim asuransi, kamu memang perlu mempersiapkan berbagai dokumen seperti data diri (KTP, KK, SIM), dokumen mobil (STNK, BPKB), dokumen perjanjian asuransi, dan bukti tentang kebutuhan perbaikan mobil. Kalau mobil mengalami kecelakaan, kamu juga akan memerlukan surat keterangan kecelakaan dari kepolisian yang berisi tentang detailnya seperti lokasi, tanggal, waktu, dan kronologis kejadian. 

Nah, setelah semua dokumen lengkap, kamu masih perlu menyiapkan biaya sekitar Rp300 ribu sebagai biaya own risk atau risiko sendiri. Biaya ini dikenal juga sebagai deductible. Maka dari itu, biaya ini juga bisa dikurangi dari jumlah pertanggungan yang nantinya diberikan kepada kamu sebagai pemegang polis. 

Misalnya saja, kamu berhak atas pertanggungan sebesar Rp10.000.000. Kamu akan mendapatkan jumlah uang sebesar Rp9.700.000 setelah dikurangi dengan biaya risiko sendiri. Namun begitu, pada praktiknya, sering kali biaya ini kita harus bayarkan langsung karena klaim asuransi turun bukan dalam bentuk uang melainkan langsung melalui perbaikan di bengkel rekanan asuransi.

Batas bawah biaya risiko ini sudah diatur di Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 yaitu sebesar Rp300 ribu. Namun, beberapa kondisi memungkinkan biaya yang lebih besar seperti untuk pertanggungan terhadap kecelakaan yang disebabkan oleh huru-hara. Biayanya bisa mencapai Rp500.000 atau bahkan sebesar 10% dari nilai klaim. 

Dengan informasi di atas, kamu akan lebih siap ketika akan melakukan klain atau perpanjangan asuransi karena sudah memahami biaya asuransi mobil serta dokumen yang dibutuhkan untuk melakukannya.